Pengakuan Siswa SMP di Pekanbaru yang Sayat Tangan, Pelampiasan Masalah Pribadi

Berita Tercepat – menyajikan informasi yakni Pengakuan Siswa SMP di Pekanbaru yang Sayat Tangan, Pelampiasan Masalah Pribadi yang sedang hangat dan viral diperbincangkan netizen.

Pengakuan Siswa SMP di Pekanbaru yang Sayat Tangan, Pelampiasan Masalah Pribadi

Pekan Baru – Pengakuan Siswa SMP di Pekanbaru yang Sayat Tangan, Pelampiasan Masalah Pribadi

Peristiwa 55 siswa SMP di Pekanbaru sayat tangan kembali memunculkan fakta baru.

Yang mewawancarai siswa SMP di Pekanbaru sayat tangan di Pekanbaru.

Seorang siswi SMPN 18 Pekanbaru yang merupakan satu dari puluhan murid yang melakoni aksi menyayat tangan siswi menceritakan bagaimana perbuatan nekat itu bisa dia lakukan, saat diwawancarai, Selasa (2/10/2018) di sekolahnya.

Katanya, aksi menyayat tangan itu dia lakukan, tidak ada kaitannya dengan minum minuman berenergi yang sedang marak diperbincangkan itu.

Namun karena dia terinspirasi melakukan hal itu setelah melihat video seseorang menyayat tangan di media sosial.

“Lihat di status WhatsApp teman. Jadi kepengen coba,” akunya.

Lebih jauh dia bercerita, dia melakukan aksi menyayat tangan itu menggunakan jarum pentul.

Sudah sekitar dua kali dia melakoni aksi itu di kamar rumahnya.

Waktunya sekitar sebulan lalu.

Sambil menyayat tangan, LF juga menonton video yang menampilkan adegan serupa (menyayat tangan).

Agar tak ketahuan, bekas luka sayat itu dia tutup dan sembunyikan.

“Ditutup pakai lengan baju. Kalau di sekolah juga kan pakai lengan panjang,” ujar dia.

Dia mengungkapkan, hal itu dia lakukan adalah untuk pelampiasan semata atas berbagai permasalahan pribadi yang dia alami.

Karena katanya, dia bingung hendak curhat kepada siapa.

“Di rumah sering kena marah, nggak tahu mau cerita ke siapa, nggak ada yang mau dengar,” paparnya.

Belum lagi dibeberkan LF, dia sering dimarahi orangtuanya di rumah.

Anehnya LF menyatakan, usai menyayat tangan itu, dia mengaku puas. Meski pun awalnya merasa perih, karena tangannya terluka.

“Habis itu dikasih obat merah,” tuturnya.

Kepala BNNK Pekanbaru AKBP Sukito mengatakan dari hasil pemeriksaan sebelumnya terhadap urine anak-anak yang mengonsumsi minuman berenergi yang jadi perbincangan, memang ada semacam kandungan benzo.

“Itu mungkin mengonsumsi berlebihan atau bagaimana, Karena itu kemarin kita tes pakai alat test kit kita, memang ada, cuma mungkin anak-anak ini minum banyak,” ungkap Sukito lagi.

Sementara itu soal anak-anak SMP yang menyayat tangan, Sukito menyebut hal itu mereka lakukan karena menonton sebuah tayangan di medsos.

Bukan terkait setelah minum minuman berenergi tersebut.

Namun ditegaskan dia, kandungan benzo memang bisa memberikan efek kebas.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Provinsi Riau AKBP Haldun dikonfirmasi, Selasa (2/10/2019) menuturkan, memang saat dilakukan tes urine terhadap 6 orang anak SMPN 18 Pekanbaru sebagai sampel, hasilnya negatif namun positif benzo.

Mereka diketahui sebelumnya mengkonsumsi minuman berenergi itu.

“Juga sudah dicoba anggota BNNK Pekanbaru sendiri, kalau minum 4 sampai 5 gelar memang positif benzo, kalau dibawah itu tidak. Minuman itu terdaftar di BBPOM,” kata Haldun.

Saat ditanyai soal perbedaan hasil itu, Haldun mengarahkan agar ditanyai ke BBPOM.

“Hah, kalau itu mungkin ditanya ke BBPOM ya yang bisa menjawab. Kita hanya melihatnya kalau ada unsur narkotikanya di dalam baru kita ini (ambil tindakan),” sebut dia.

Haldun menegaskan, benzo sendiri bukan terkategori narkotika, namun lebih ke obat-obatan.

Ditambahkan dia, pihaknya akan berkoodinasi lebih dalam lagi terkait masalah ini dengan BBPOM.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan BBPOM terhadap sampel produk minuman berenergi itu, hasilnya negatif golongan benzo.

“Begitulah (negatif) golongan benzo,” sebut Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri saat dikonfirmasi.

Produsen Torpedo, PT Asia Health Energi Beverages (AHEB) memastikan produknya aman dikonsumsi dan tidak mengandung zat adiktif sama sekali.

Apalagi jika diberitakan bahwa produk tersebut mengandung Benzodiazepine sebagaimana diberitakan. Uji Lab Balai POM juga memastikan produk tersebut tidak mengandung zat berbahaya dan aman dikonsumsi.

“Produk kami sangat aman dan dipastikan tidak mengandung zat berbahaya apalagi zat-zat adiktif sebagaimana zat yang ada pada narkoba. Bila produk kami berbahaya bagaimana mungkin produk tersebut bisa lolos dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dengan nomor POM.SD 132 644 341 dan Produk TORPEDO sudah dipasarkan secara Nasional sejak tahun 2008,” ujar Trisno Winata, Chief Operating Officer PT. Asia Health Energi Beverages, Selasa (2/10/2018) dalam Siaran Pers.

Bahkan Kepala BNN Pekanbaru AKBP Sukito menegaskan bahwa hasil uji lab menunjukkan minuman kemasan yang disebutkan sebelumnya bermerk Torpedo terbukti tidak mengandung narkoba atau zat membahayakan lainnya.

“Tidak benar, kalau ada yang menyebutkan minuman kemasan Torpedo mengandung narkoba atau zat membahayakan lainnya. Sehingga, Kata Sukito, tidak ada hubungannya minuman yang dikonsumsi siswa tersebut dengan perilaku menyayat tangan mereka.” tambah AKBP Sukito pada sebuah media online, Senin (1/10/2018)

Selain aman dikonsumsi, Torpedo juga sudah dinyatakan HALAL oleh Majelis Ulama Indonesia dengan sertifikat halal dengan nomor: 00120009790399.

Ditambahkan oleh Trisno bahwa pihaknya tidak berani main-main dalam memproduksi minuman energi. PT. AHEB selalu mengikuti aturan main pemerintah dalam memproduksi minuman energi yang termasuk dalam kategori suplemen makanan.

“Kami secara transparan menyebutkan kandungan yang ada di dalam Torpedo telah diuji dan disetujui oleh BPOM,” tegasnya.

Dalam surat Badan POM RI tertanggal 18 November 2014, komposisi kandungan Torpedo Rasa Aneka buah yang dikemas dalam cup plastic ukuran 170 ml dengan Nomer Izin Edar POM.SD 132 644 341 tidak terdiri dari dari bahan-bahan berbahaya.

Berikut adalah kandungan aktif dari Torpedo; Taurine 291 mg, Caffeine 48,6 mg, Inositol, Niacinamide (Vit B3), Dexpanthenol (Provitamin B5), Vitamin B6, Vit B12.

Sementara bahan tambahan adalah Sucrose, Asam Sitrat, Malic Acid, Trisodium Citrate Dihydrate, Mix Fruit Flavour dan zat pewarna yang aman buat dikonsumsi.

Dengan adanya klarifikasi Kepala BNN Pekanbaru AKBP Sukito yang mengatakan, “Kesimpulan kami, tidak ada sama sekali kaitan minuman kemasan yang dikonsumsi dengan menyayat tangan, Tidak ada sama sekali. Apalagi dari hasil Uji Lab di Balai POM, hasilnya jelas menunjukkan minuman tersebut tidak mengandung zat Narkoba atau zat berbahaya lainnya. Tidak benar bila ada yang menyebutkan Torpedo mengandung zat berbahaya.”

Pihak perusahaan pun menyatakan bahwa dengan adanya klarifikasi dari berbagai pihak, diharapkan persoalan terkait produk Torpedo dianggap selesai.

Sehingga diharapkan kepada Distributor, Toko dan Pedagang tidak perlu khawatir karena segala sesuatunya sudah jelas bahwa Minuman TORPEDO aman untuk dikonsumsi sesuai hasil uji lab Badan POM dan klarifikasi dari Pihak BNNK Pekanbaru.

“Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah cepat mengklarifikasi bahwa Produk TORPEDO tidak ada kaitannya dengan siswa/i yang menyayat tangan,” kata Trisno Winata. (*)

Baca Juga :

Supported by : Agen DominoQQ , Agen BandarQ , Taruhan Bola Online

Updated: October 7, 2018 — 11:14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kumpulan Berita Tercepat Indonesia © 2018 Frontier Theme